Tampilkan postingan dengan label Catatan Hati Seorang Istri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Hati Seorang Istri. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Mei 2015

Catatan Hati Seorang Istri Bagian 12


Karya : Asma Nadia

“Hari Pertama Memandangmu”

“Ketika membuka mata saya melihat suster berlalu lalang dalam pakaian hijau dan masker. Tidak berapa lama terdengar suara kelegaan.”

Catatan Hati Seorang Istri Bagian 11


Karya : Asma Nadia

“Obrolan Pagi di Kereta”

“Jika cerita itu benar, bagaimanakah ekspresi Pak Dosen saat mengucapkan kalimat itu?”
Dering telepon berulang. Perhatian saya kontan terarah kepada nama yang tertera di layar ponsel. Kang Gito.

Sabtu, 16 Mei 2015

Catatan Hati Seorang Istri Bagian 10


Karya : Asma Nadia

“Dua Pasang Suami Istri”

“Dalam keadaan cacat fisik dan kekurangan materi, apakah yang menjadi sumber kebahagiaan keduanya?”
Dua peristiwa. Dua pasang suami istri yang tidak saya kenal. Satu pertemuan.

Catatan Hati Seorang Istri Bagian 9


Karya : Asma Nadia

“Hal-hal Sederhana Yang Dirindukan”

“I'm a mother of two kids, and i'm proud of it!”
Apakah yang paling dirindukan seorang perempuan ketika jauh dari tanah airnya?

Jumat, 15 Mei 2015

Catatan Hati Seorang Istri Bagian 8


Karya : Asma Nadia

 “Label Baru Seorang Istri”

“Tindakan mereka telah memberikan pelabelan baru yang tidak mengenakkan bagi istri pertama.”
Semua mata mengarah ke panggung utama. Termasuk saya yang saat itu duduk di barisan paling belakang. Tidak berapa lama muncul seorang muslimah cantik dengan atribut serba pink, dari jilbab hingga rok bertumpuk yang dikenakannya.

Kamis, 14 Mei 2015

Catatan Hati Seorang Istri Bagian 7


Karya : Asma Nadia

Suami Yang Membuatku Disini

“Akhirnya saya malah kerja di sini, mbak. Tempat yang dulu sering dikunjungi laki saya...”
Kamar sempit dengan penerangan yang minim. Tempat tidur kecil memanjang adalah satu-satu nya benda yang ada di ruangan itu. Di atasnya tampak hamparan sprei berwarna putih yang sudah kusam dan tampak kotor dengan noda di mana-ma na. Saya menahan perasaan ketika mengambil posisi duduk di atasnya, agar berhadap-hadapan dengan seorang perempuan yang usianya barangkali sebaya saya.

Rabu, 13 Mei 2015

Catatan Hati Seorang Istri Bagian 6


Karya : Asma Nadia

“Lagi, Pertanyaan Untuk Lelaki”

Bagaimana lelaki bisa begitu mudah meniduri perempuan yang tidak dikenalnya?
Pertanyaan ini meloncat-loncat di benak saya, ketika suatu malam bersama seorang teman mengunjungi sebuah lokalisasi pelacuran di bilangan Tanah Abang.

Selasa, 12 Mei 2015

Catatan Hati Seorang Istri Bagian 5


Karya : Asma Nadia

Jika Saya Dan Suami Bercerai

Kami berdua tidak bisa menebak takdir di masa depan.
Apakah pernikahan kami akan langgeng hingga kematian memisahkan, atau tidak Saya tidak pernah memikirkan itu sebelumnya. Rumah tangga kami bukan tanpa masalah. Sebagaimana pasangan muda lain, satu dua pertengkaran lumrah rasanya. Lalu kenapa saya mendadak berpikir, what if...?

Catatan Hati Seorang Istri Bagian 4


Karya : Asma Nadia

Rombongan Gadis Yang Melamar Suami Saya

“Apa yang bisa saya katakan, ketika melihat seorang gadis bersama rombongan keluarganya datang dan melamar suami saya?”

Senin, 11 Mei 2015

Catatan Hati Seorang Istri Bagian 3


Karya : Asma Nadia

Menikah Tanpa Memandang

“Betapa kagetnya saya. karena perempuan itu sama sekali tidak cantik!”
Saya sungguh tidak mengerti laki-laki, atau isi kepala mereka. Seperti sosok di depan saya. Seorang kawan, yang mengajak saya dalam satu proyek event orga-nizer untuk acara parenting.

Catatan Hati Seorang Istri Bagian 2


Karya : Asma Nadia

"Cinta Perempuan Paling Cantik"
“Sosok cantik itu tetap santun dan tak banyak bicara. Meladeni suami dan anak-anak seperti hari-hari sebelumnya.”

Minggu, 10 Mei 2015

Catatan Hati Seorang Istri Bagian 1


Karya : Asma Nadia

Kalau Saya Jatuh Cinta Lagi

“Kalau saya menikah lagi, itu murni karena saya suka dengan gadis itu. Saya jatuh cinta. Titik.”
Santai, santun meski ceplas ceplos. Begitulah kesan saya tentang Pak Haris. Pimpinan sebuah penerbitan di Solo yang saya temui dalam satu kesempatan.

Catatan Hati Seorang Istri - Prolog


Saat cinta berpaling
dan hati menjelma serpihan-serpihan kecil
saat prahara terjadi
saat ujian demi ujian-Nya terasa terlalu besar untuk ditanggung sendiri
kemanakah seorang istri harus mencari kekuatan agar hati mampu terus bertasbih?

Catatan Hati Seorang Istri - Prolog
Karya : Asma Nadia
Telah lama saya meneropong; tidak hanya ke dalam hati sendiri, melainkan mencoba masuk ke bilik hati perempuan lain, lewat kisah-kisah yang mereka bagi kepada saya.