“Bangun ! imam besar, makmum udah nunggu nih…” bisikan lembut yang mengikuti
kecupan dipipiku itu membuatku tak bisa menolak untuk membuka mataku yang masih
lengket ini. Kulirik jam di dinding oranye kamar tidur kami dengan seperempat
mata terbuka. Pukul tiga pagi.